NASHWA KANZA AZZAHRA

NASHWA KANZA AZZAHRA

NASHWA KANZA AZZAHRA

Rabu, 22 Agustus 2012

ISLAM AGAMAKU



Pada suatu hari, Hasan Al-Basri pergi mengunjungi Habib Ajmi, seorang sufi besar lain. Pada waktu salatnya, Hasan mendengar Ajmi banyak melafalkan bacaan salatnya dengan keliru. Oleh karena itu, Hasan memutuskan untuk tidak salat berjamaah dengannya. Ia menganggap kurang pantaslah bagi dirinya untuk salat bersama orang yang tak boleh mengucapkan bacaan salat dengan benar.

Di malam harinya, Hasan Al-Basri bermimpi. Ia mendengar Tuhan berbicara kepadanya, “Hasan, jika saja kau berdiri di belakang Habib Ajmi dan menunaikan salatmu, kau akan memperoleh keridaan-Ku, dan salat kamu itu akan memberimu manfaat yang jauh lebih besar daripada seluruh salat dalam hidupmu. Kau mencoba mencari kesalahan dalam bacaan salatnya, tapi kau tak melihat kemurnian dan kesucian hatinya. Ketahuilah, Aku lebih menyukai hati yang tulus daripada pengucapan tajwid yang sempurna.

                                                       DOA SETETES AIR MATA IBU

Malam telah datang,siang telah pergi meninggalkan sunyi ,bintang-bintang dilangit mulai menerangi alam yang indah.Seindah seyuman bahagia,dikeheningan malam,terdapat jiwa  rapu akan sebuah kebenaran.Pencarian sebuah kebahagia hakiki.Adzan berkumandang dari toa sebuah masjid yang agung.Para jamaah datang untuk menunaikan sholat,bagi insan yang hatinya tersiram sebuah hidayah. 

Aku ingin sekali menjalankan sholat,tapi kaki merasa berat untuk melangkah.Setan tidak akan diam bila ada anak adam ingin menjalankan perintah Allah dan rosulnya.Hari demi hari kulewati dengan penuh tanda tanya,tanpa jawaban yang pasti.Entah bagaimana aku bisa melewati semuanya,hati sungguh terasa hampa,kekosongan jiwa memenuhi seluruh aliran darahku.

Dari bedug maghrib sampai isya,aku hanya tidur  telentang di lantai,entah kemana arah pikiranku aku hanya bisa menikmati dinginya lantai,harumya kehidupan.”Apa salah bila aku sejenak menikmati hidup ini?”oh,tidak kamu, tidak salah menikmati hidupmu,tapi tidakah engkau mendengar suara adzan.”Aku mendengarnya,tapi sangat berat kakiku melangkah memenuhi panggilannya.Ya,kan aku masih mudah,umurku masih panjang,tar aja kalau aku udah tua,baru aku tobat”apa kamu yakin besok atau lusa kamu masih ada umur?.tidak,sungguh aku tidak tahu,itu bukan urusanku,itu urusan sang pencipta.Suara ibuku membuyarkan pikiranku,yang berkata-kata dalam hati.”Bowo apa kamu gak sholat nak,tadi kamu udah gak sholat maghrib?”suara ibu dengan lemah lembut.”Tar ibu, sebentar lagi?”aku bangun dari tempat tidur dan duduk sejenak.

mata sangat kantuk,seluruh tubuh terasa berat untuk bergerak.Jari jemari sangat sulit digerakan.”Haa……aku harus bangun,nih pasti godaan setan.ya,aku harus bisa melawanya”aku meyemangati diriku,agar aku dapat melawannya.”Kalau tidak sekarang kapan lagi”?sesosok manusia muncul dari balik pintu,pelan-pelan aku perhatikan bayangannya,ternyata ibu  yang keluar dari balik daun pintu.
Bowo ,aja turu ning ubin.Ngeko masuk angin,padahal hari masuk angin seminggu ora marih?” Ya,emak aku ora turu ning ubin”.Sahutku.Terpaksa aku bangun,kakiku keluar berjalan kearah pintu belakang.Udara sangat sejuk kuhirup.Langit sangat cerah,bintang-bintang seakan menari-nari


Menikmati indahnya malam,bulan pun dengan senyuman menerangi alam”cahayanya begitu terang”.Seyumannya sangat elok,”seperti  wanita  cantik  sedang  membayangkan pujaan hatinya.Jari jemari tanganku menekan saklar.Terletak di samping  tembok ke abu-abuan.”Seketika suara mensin sanyo berbunyi”.Secepatnya air mengalir,dari keran yang terpasang di samping tembok.Aku segera berwudhu,untuk meyucikan lahir dan batin dari hadast kecil

Aku pernah mendengar sebuah kata.”Tidak sah sholatnya jika kita tidak melakukan wudhu secara sempurna”semua manusia hidup didunia tak ada yang sempurna.Hanya rosul lah satu satunya manusia yang sempurna.Aku menghirup nafas dalam-dalam mencoba menikmati sejuknya udara malam.Segera mungkin,aku langsung masuk kedalam,untuk melakukan sholat isya.Kulihat ditempat sholat tidak ada kain sarung,Hanya terlihat mukenah musam.”Biasanya tersedia kain sarung yang tergantung diatas tali rapiah”kubuka almari satu  persatu.Aku buka pintunya,kulihat hanya baju tergantung diatas gantunganya,pakaian kaos,klambi,celana panjang,dan celana pendek dalam keadaan terlipat.”Nak nyari apa”?nggak ko emak,bowo nggak nyari apa-apa,aku berbohong pada ibu,aku tak mau  membuat ibu susah mencarikan kain sarung untukku.’’Ngomong bae karo emak,ngoleti kain sarungkan,?tuh sarung ada ditempat sholat tertimpal mukena” gak ada kok Emak tadi Bowo udah kesitu,jawabku meyakinkan Emak.”cari dulu baru bilang gak ada”? Ya,deh dengan nada terpaksa.Ternyata ibu benar.!

Dibawah mekena terdapat kain sarung,berwarna biru kotak-kotak.”Bowo ada nggak kainnya”?
“Ada ko emak”?aku pun melakukan sholat isya dengan khusuk.Walau pikiranya terkadang mengingat tentang dunia,tentang aktivitas yang aku jalani sehari-hari.Manusia didunia ini tidak ada yang khusuk dalam melakukan sholat,kecuali para rosul dan orang-orang yang allah kehendaki.Sebuah benda kecil,berbentuk kotak.didalamnya terdapat sebuah gambar.”Tivi nama bendah tersebut”keluarga ku sedang duduk didepannya.TUTUTI NULAR VERSI DUA RIBU SEBELAS,acara  tivi kesukaan ibu.Adik sedang melakukan kegiatan rutinnya,sebagai seorang siswa.Ditanganya terdapat buol point,sebuah buku berbentuk persergi panjang,sampul berwarna kehijauan,dalamnya berwarna putih,terdapat sebuah gambar kartun “Doraemon”.Emak deni sedang apa sih”.Oh,sedang belajar” sahut emak sembari menonton tivi.”Oh jawabku dengan mengangguk anggukan kepala.Seperti biasanya,selesai sholat.Aku duduk di depan tivi,menonton sinetron”ada cinta di SMA.Dibintangi oleh aktor,gagah dan tampan”baim wong’’.Dan aktris cantik marshanda’’.Meraka pameran utama sinetron ada cinta di SMA.Ibu hanya diam membisu.Ketika aku ganti channel tivi.Jam dinding menunjukan jam Sembilan malam..adiku terlihat kantuk,mungkin karena cape belajar.Bowo menghelah nafas,matanya menatap tajam kearah ibu.Sorot penuh dengan kasih sayang dan cinta,”wajah ibu telihat amat capek.
Sehari ia bekerja,untuk membantu ekonomi keluarganya

Ya,ibu sangat rajin melakukan pekerjaannya,dan yang membuatku kagum pada ibu,ia tak pernah mengeluh sedikit pun.”Bowo bangga emak,emiliki emak berhati baik,penuh dengan cinta.”Ya,robby terima kasih engkau telah berikan hamba orang tua yang mencintai hamba dengan tulus dan ikhlas”aku berjanji akan membuat ibu bahagia.Malam semangkin sunyi,suara-suara jangkrik terdengar dari sebuah kebun kosong,dikeheningan malam aku hanya sendiri menonton tivi.Emak sudah tertidur sangat pulas,acara tivi sangat meyebalkan,tidak ada satu pun aku sukai.”Aku binggung  mau ngapain”?hari sudah semangkin malam,jam dinding menunjukan pukul 22.00 Wib.

Keindahan pagi yang cerah.matahari belum muncul jua.Suasana alam yang bersahabat.Udara yang menyejukan bagi insan yang menikmati keindahan alam di waktu pagi.Di waktu pagi hari manusia bertebaran di muka bumi,hanya untuk mencari rizki yang terdampar di muka bumi.Hanya manusia yang malaz yang tidak mau berusaha untuk mencari rizki.Tuhan telah menebarkan berbagai banyak nikmat untuk hambanya.Nikmat alam yang indah dan subur,hingga tumbuh-tumbuhan bisa hidup.Hewan ternak yang halal dagingnya,dan lain sebagainya.Semua itu Tuhan ciptakan hanya untuk manusia.”Tetapi apa yang terjadi”?banyak manusia yang kurang bersyukur akan semua nikmat yang Allah berikan.Di pagi yang cerah,Anak-anak berbondong-bondong berangkat kesekolah.masa-masa yang indah,begitu pula bagi diriku.\

aku sangat menikmatinya.Seperti biasa kami berangkat sekolah bertiga.Jarak dari rumah kami bertiga hingga kesekolah   jaraknya hanya satu kilo meter.Cukup jauh jua bagi kami berjalan kaki.

”Mir kamu semalam belajar nggak”?
“Nggak,ngapain belajar” Jawab Amir dengan cueknya.
“Kan kita hari ini  ada UAS.!apa kamu nggak takut entar nggak lulus kalau nggak belajar”.?
“Amir sih udar pintar Wo”!cetus Topik 
 
Bowo tertawa terbahak-bahak,mendengar cetusan Topik yang dianggap lucu.Dalam hati Topik sangat jengkel pada Bowo.Lho ingin sekali memukul muka Bowo,tapi semua itu tidak bisa di lakukannya.Amir ikut tertawa,tapi tidak seperti Bowo.Muka Topik seketika memerah,Ia sangat kesal terhadap mereka berdua.

”Udah Pik jangan di ambil hati,kita semua becanda”
“Siapa yang di ambil hati,orang aku nggak marah”!
“kalau kamu nggak di ambil hati kenapa,muka kamu merah seperti celangan semar?”Amir sembari meledek Seketika tubuh Amir jatuh,akibat dorongan yang dilakukan TOPIK.wajah amir merah padam,tampak ia kesal dengan temannya.mata melotot tajam pada topic,tjari-jemarinya menggenggam.amarah sedang melanda dirinya.Topik menrarik nafas sedalam-dalamnya,tampak raut wajahnya kelihatan takut..
HA..ha..ha..ha..ha teriakan amir