NASHWA KANZA AZZAHRA

NASHWA KANZA AZZAHRA

NASHWA KANZA AZZAHRA

Minggu, 16 Desember 2012

1.Pengertian perilaku individuPerilaku individu adalah sebagai suatu fungsi dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Individu membawa tatanan dalam organisasi berupa kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan, kebutuhan, dan pengalaman masa lainnya. Sementara itu, karakteristik individu akan dibawa memasuki suatu lingkungan baru, yaitu organisasi atau lainnya.  Selain itu, organisasi juga memiliki karakteristik dan merupakan suatu lingkungan bagi individu. Karakteristik organisasi, antara lain reward system dan pengendalian. Selanjutnya, karakteristik individu berinteraksi dengan karakteristik organisasi yang akan mewujudkan perilaku individu dalam organisasi.            Dalam kaitan antara individu dengan organisasi, maka ia membawa karakteristik individu ke dalam organisasi, sehingga terjadilah interaksi antara karakteristik individu dengan karakteristik organisasi. Interaksi keduanya mewujudkan perilaku individu dalam organisasi. 2.Apa yang di maksud atribut keperibadian. sifat memisahkan manusia yang memiliki Locus of Control internal dan eksternal. Orang yang memiliki Locus of Control internal cenderung memilii pendirian yang kuat dan sulit dipengaruhi. Orang dengan tipe ini cenderung tidak modis atau tidak gampang terpengaruh oleh perubahan mode. Dalam suatu forum atau diskusi, orang ini cenderung kuat pada pendapatnya dan tak mau kalah dengan pendapat orang lain. Kelebiihan orang dengan Locus of Control internal adalah dia tidak gampang terpengaruh oleh pengaruh buruk dari luar. Profesi yang cocok bagi orang ini antara lain guru, birokrat, pegawai pajak, akuntan, auditor. Karena pekerjaan ini membutuhkan pendirian yang kuat agar tak terpengaruh oleh kliennya, misalnya suap. Sementara orang dengan Locus of Control eksternal cenderung tidak memiliki pendirian atau pendiriannya lemah sehiingga mugah dipengaruhi. Dalam forum atau diskusi, orang ini cenderung pasif. Namun dalam hal penampilan dia selalu tampil modis. Dalam kata lain orang ini selalau update dengan perubahan atau malah memberikan pengaruh untuk banyak orang. Profesi yang cocok untuk orang dengan Locus of Control eksternal antara lain artis, seniman, tim kreatif, dan pekerjaan lain yang rentan terhadap perubahan atau perkembangan lingkungan pekerjaan. 3.Apa yang dimaksud dengan kinerja i







ndividu dan jelaskan pengaruhnyaMaksud Kinerja individuKinerja individu adalah tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau tugas yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Kinerja Organisasi adalah tingkat pencapaian sasaran atau tujuan yang harus dicapai oleh organisasi tersebut dalam kurun waktu tertentu, sedangkan kinerja organisasi adalah tingkat pencapaian sasaran atau tujuan yang harus dicapai oleh organisasi tersebut dalam kurun waktu tertentu (simanjuntak, 2005:103). Sependapat dengan Simanjuntak, Rahman dan Muh Azis juga memberikan definisi tentang kinerja, yaitu ‘prestasi yang dicapai seseorang, sekelompok orang atau lembaga berkaitan dengan posisi dan peran yang dimilikinya’ (Rahman dan Muh Azis, 2006:9).Pengarunya kinerja individuMenurut Robert L. Mathis dan John H. Jackson (2001 : 82) faktor-faktor yang memengaruhi kinerja individu tenaga kerja, yaitu: 1.Kemampuan mereka, 2.Motivasi, 3.Dukungan yang diterima, 4.Keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan, dan 5.Hubungan mereka dengan organisasi. Berdasarkaan pengertian di atas, penulis menarik kesimpulan bahwa kinerja merupakan kualitas dan kuantitas dari suatu hasil kerja (output) individu maupun kelompok dalam suatu aktivitas tertentu yang diakibatkan oleh kemampuan alami atau kemampuan yang diperoleh dari proses belajar serta keinginan untuk berprestasi. menurut Mangkunegara (2000) menyatakan bahwa faktor yang memengaruhi kinerja antara lain : a. Faktor kemampuan Secara psikologis kemampuan (ability) pegawai terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan realita (pendidikan). Oleh karena itu pegawai perlu dtempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahlihannya. b. Faktor motivasi Motivasi terbentuk dari sikap (attiude) seorang pegawai dalam menghadapi situasi (situasion) kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri pegawai terarah untuk mencapai tujuan kerja. Sikap mental merupakan kondisi mental yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai potensi kerja secara maksimal. David C. Mc Cleland (1997) seperti dikutip Mangkunegara (2001 : 68), berpendapat bahwa “Ada hubungan yang positif antara motif berprestasi dengan pencapaian kerja”. Motif berprestasi dengan pencapaian kerja. Motif berprestasi adalah suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan suatu kegiatan atau tugas dengan sebaik baiknya agar mampu mencapai prestasi kerja (kinerja) dengan predikat terpuji. Selanjutnya Mc. Clelland, mengemukakan 6 karakteristik dari seseorang yang memiliki motif yang tinggi yaitu : 1) Memiliki tanggung jawab yang tinggi 2) Berani mengambil risiko 3) Memiliki tujuan yang realistis 4) Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuan. 5) Memanfaatkan umpan balik yang kongkrit dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukan 6) Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogamkan Menurut Gibson (1987) ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja : 1)Faktor individu : kemampuan, ketrampilan, latar belakang keluarga, pengalaman kerja, tingkat sosial dan demografi seseorang. 2)Faktor psikologis : persepsi, peran, sikap, kepribadian, motivasi dan kepuasan kerja 3)Faktor organisasi : struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan, sistem penghargaan (reward system) 4.Ciri Ciri individu1.umur2.jenis kelamin3.status perkawinan4.jumlah atau banyaknya tanggungan5.masa kerjha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar