1.Pengertian perilaku individuPerilaku individu adalah sebagai suatu
fungsi dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Individu membawa
tatanan dalam organisasi berupa kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan,
kebutuhan, dan pengalaman masa lainnya. Sementara itu, karakteristik individu
akan dibawa memasuki suatu lingkungan baru, yaitu organisasi atau lainnya. Selain itu, organisasi juga memiliki
karakteristik dan merupakan suatu lingkungan bagi individu. Karakteristik
organisasi, antara lain reward system dan pengendalian. Selanjutnya,
karakteristik individu berinteraksi dengan karakteristik organisasi yang akan
mewujudkan perilaku individu dalam organisasi. Dalam
kaitan antara individu dengan organisasi, maka ia membawa karakteristik
individu ke dalam organisasi, sehingga terjadilah interaksi antara
karakteristik individu dengan karakteristik organisasi. Interaksi keduanya
mewujudkan perilaku individu dalam organisasi. 2.Apa yang di maksud atribut keperibadian. sifat
memisahkan manusia yang memiliki Locus of Control internal dan eksternal.
Orang yang memiliki Locus of Control internal cenderung
memilii pendirian yang kuat dan sulit dipengaruhi. Orang dengan tipe ini
cenderung tidak modis atau tidak gampang terpengaruh oleh perubahan mode. Dalam
suatu forum atau diskusi, orang ini cenderung kuat pada pendapatnya dan tak mau
kalah dengan pendapat orang lain. Kelebiihan orang dengan Locus of
Control internal adalah dia tidak gampang terpengaruh oleh
pengaruh buruk dari luar. Profesi yang cocok bagi orang ini antara lain guru,
birokrat, pegawai pajak, akuntan, auditor. Karena pekerjaan ini membutuhkan
pendirian yang kuat agar tak terpengaruh oleh kliennya, misalnya suap. Sementara orang dengan Locus of Control eksternal cenderung tidak memiliki
pendirian atau pendiriannya lemah sehiingga mugah dipengaruhi. Dalam forum atau
diskusi, orang ini cenderung pasif. Namun dalam hal penampilan dia selalu
tampil modis. Dalam kata lain orang ini selalau update dengan perubahan atau malah
memberikan pengaruh untuk banyak orang. Profesi yang cocok untuk orang
dengan Locus of Control eksternal
antara lain artis, seniman, tim kreatif, dan pekerjaan lain yang rentan
terhadap perubahan atau perkembangan lingkungan pekerjaan. 3.Apa yang dimaksud dengan kinerja
i

ndividu dan jelaskan pengaruhnyaMaksud Kinerja individuKinerja individu adalah tingkat
pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau
tugas yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Kinerja Organisasi
adalah tingkat pencapaian sasaran atau tujuan yang harus dicapai oleh
organisasi tersebut dalam kurun waktu tertentu, sedangkan kinerja organisasi
adalah tingkat pencapaian sasaran atau tujuan yang harus dicapai oleh
organisasi tersebut dalam kurun waktu tertentu (simanjuntak, 2005:103).
Sependapat dengan Simanjuntak, Rahman dan Muh Azis juga memberikan definisi
tentang kinerja, yaitu ‘prestasi yang dicapai seseorang, sekelompok orang atau
lembaga berkaitan dengan posisi dan peran yang dimilikinya’ (Rahman dan Muh
Azis, 2006:9).Pengarunya kinerja individuMenurut Robert L.
Mathis dan John H. Jackson (2001 : 82) faktor-faktor yang memengaruhi
kinerja individu tenaga kerja, yaitu: 1.Kemampuan mereka, 2.Motivasi,
3.Dukungan yang diterima, 4.Keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan, dan
5.Hubungan mereka dengan organisasi. Berdasarkaan pengertian di atas, penulis
menarik kesimpulan bahwa kinerja merupakan kualitas dan kuantitas dari suatu
hasil kerja (output) individu maupun kelompok dalam suatu aktivitas tertentu
yang diakibatkan oleh kemampuan alami atau kemampuan yang diperoleh dari proses
belajar serta keinginan untuk berprestasi. menurut Mangkunegara (2000)
menyatakan bahwa faktor yang memengaruhi kinerja antara lain : a. Faktor
kemampuan Secara psikologis kemampuan (ability) pegawai terdiri dari kemampuan
potensi (IQ) dan kemampuan realita (pendidikan). Oleh karena itu pegawai perlu
dtempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahlihannya. b. Faktor motivasi
Motivasi terbentuk dari sikap (attiude) seorang pegawai dalam menghadapi
situasi (situasion) kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri
pegawai terarah untuk mencapai tujuan kerja. Sikap mental merupakan kondisi
mental yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai potensi kerja secara
maksimal. David C. Mc Cleland (1997) seperti dikutip Mangkunegara (2001 :
68), berpendapat bahwa “Ada hubungan yang positif antara motif berprestasi
dengan pencapaian kerja”. Motif berprestasi dengan pencapaian kerja. Motif
berprestasi adalah suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan suatu
kegiatan atau tugas dengan sebaik baiknya agar mampu mencapai prestasi kerja
(kinerja) dengan predikat terpuji. Selanjutnya Mc. Clelland, mengemukakan 6
karakteristik dari seseorang yang memiliki motif yang tinggi yaitu : 1)
Memiliki tanggung jawab yang tinggi 2) Berani mengambil risiko 3) Memiliki
tujuan yang realistis 4) Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang
untuk merealisasi tujuan. 5) Memanfaatkan umpan balik yang kongkrit dalam
seluruh kegiatan kerja yang dilakukan 6) Mencari kesempatan untuk
merealisasikan rencana yang telah diprogamkan Menurut Gibson (1987) ada 3
faktor yang berpengaruh terhadap kinerja : 1)Faktor individu :
kemampuan, ketrampilan, latar belakang keluarga, pengalaman kerja, tingkat
sosial dan demografi seseorang. 2)Faktor psikologis : persepsi, peran,
sikap, kepribadian, motivasi dan kepuasan kerja 3)Faktor organisasi :
struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan, sistem penghargaan (reward
system) 4.Ciri Ciri individu1.umur2.jenis kelamin3.status perkawinan4.jumlah atau banyaknya
tanggungan5.masa kerjha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar